Menurut
Lewin kebutuhan itu mencakup pengertian motif, keinginan dan dorongan.
Menurut Lewin kebutuhan ada yang bersifat spesifik yang jumlahnya tak
terhingga, sebanyak keinginan spesifik manusia.
Tindakan (Action)
Disini dibutuhkan dua konsep dalam tindakan yang bertujuan didaerah lingkungan psikologis.
Valensi
Adalah
nilai region dari lingkungan psikologis bagi pribadi. Region dengan
valensi positif dapat mengurangi tegangan pribadi, akantetapi region
dengan valensi negative dapat meningkatkan tegangan pribadi (rasa
takut).
Vektor
Tingkah
laku atau gerak seseorang akan terjadi kalau ada kekuatan yang cukup
yang mendorongnya. Meminjam dari matematika dan fisika, Lewin menyebut
kekuatan itu dengan nama Vektor. Vektor digambar dalam ujud panah,
merupakan kekuatan psikologis yang mengenai seseorang, cenderung
membuatnya bergerak ke arah tertentu. Arah dan kekuatan vektor adalah
fungsi dari valensi positif dan negatif dari satu atau lebih region
dalam lingkungan psikologis. Jadi kalau satu region mempunyai valensi
positif (misalnya berisi makanan yang diinginkan), vektor yang
mengarahkan ke region itu mengenai lingkaran pribadi. Kalau region yang
kedua valensinya negatif (berisi anjing yang menakutkan), vektor lain
yang mengenai lingkaran pribadi mendorong menjauhi region anjing. Jika
beberapa vektor positif mengenai dia, misalnya, jika orang payah – dan
lapar – dan makanan harus disiapkan, atau orang harus hadir dalam
pertemuan penting – dan tidak punya waktu untuk makan siang, hasil
gerakannya merupakan jumlah dari semua vektor. Situasi itu Bering
melibatkan konflik, topik yang penelitiannya dimulai oleh Lewin dan
menjadi topik yang sangat Iuas dari Miller dan Dollard.
Lokomosi
Lingkaran
pribadi dapat pindah dari satu tempat ketempat lain di dalam daerah
lingkungan psikologis. Pribadi pindah ke region yang menyediakan
pemuasan kebutuhan pribadi-dalam, atau menjauhi region yang menimbulkan
tegangan pribadi-dalam. Perpindahan lingkaran pribadi itu disebut
lokomosi (locomotion). Lokomosi bisa berupa gerak fisik, atau perubahan
fokus perhatian. Dalam kenyataan sebagian besar lokomosi yang sangat
menarik perhatian psikolog berhubungan dengan perubahan fokus persepsi
dan proses atensi.
Event
Lewin
menggambarkan dinamika jiwa dalam bentuk gerakan atau aksi di daerah
ruang hidup, dalam bentuk peristiwa atau event. Telah dijelaskan di
depan, bahwa peristiwa (event) adalah hasil interaksi antara dua atau
Iebih fakta balk di daerah pribadi maupun di daerah lingkungan.
Komunikasi (hubungan antar sel atau region) dan lokomosi (gerak pribadi)
adalah peristiwa, karena keduanya melibatkan dua fakta atau lebih. Ada
tiga prinsip yang menjadi prasyarat terjadinya suatu peristiwa;
keterhubungan (related¬ness), kenyataan (concretness), kekinian (contemporary), sebagai berikut:
a. Keterhubungan:
Dua atau lebih fakta berinteraksi, kalau antar fakta itu terdapat
hubungan-hubungan tertentu, mulai dari hubungan sebab akibat yang jelas,
sampai hubungan persamaan atau perbedaan yang secara rasional tidak
penting.
b. Kenyataan:
Fakta harus nyata-nyata ada dalam ruang hidup. Fakta potensial atau
peluang yang tidak sedang eksis tidak dapat mempengaruhi event masa
kini. Fakta di luar lingkungan psikologis tidak berpengaruh, kecuali
mereka masuk ke ruang hidup.
c. Kekinian:
Fakta harus kontemporer. Hanya fakta masa kini yang menghasilkan
tingkahlaku masa kini. Fakta yang sudah tidak eksis tidak dapat
menciptakan event masa kini. Fakta peristiwa nyata di masa lalu atau
peristiwa potensial masa mendatang tidak dapat menentukan tingkahlaku
saat ini, tetapi sikap, perasaan, dan fikiran mengenai masa Ialu dan
masa mendatang adalah bagian dari ruang hidup sekarang dar mungkin dapat
mempengaruhi tingkahlaku. Jadi, ruang hidup sekarang harus mewakili isi
psikologi masa lalu, sekarang, dan masa mendatang.
Konflik
Konflik
terjadi di daerah lingkungan psikologis. Lewin mendefinisikar konflik
sebagai situasi di mana seseorang menerima kekuatan-kekuatan yang sama
besar tetapi arahnya berlawanan. Vektor-vektor yang mengenai pribadi,
mendorong pribadi ke arah tetentu dengan kekuatan tertentu. Kombinasi
dari arah dan kekuatan itu disebut jumlah kekuatan (resultant force),
yang menjadi kecenderungan lokomosi pribadi (lokomosi psikologikal atau
fisikal). Ada beberapa jenis kekuatan, yang bertindak seperti vektor,
yakni:
1. Kekuatan pendorong (driving force): menggerakkan, memicu terjadinya lokomosi ke arah yang ditunjuk oleh kekuatan itu.
2. Kekuatan
penghambat (restraining force): halangan fisik atau sosia menahan
terjadinya lokomosi, mempengaruhi dampak dari kekuatan pendorong
3. Kekuatan kebutuhan pribadi (forces corresponding to a persons needs): menggambarkan keinginan pribadi untuk mengerjakan sesuatu.
4. Kekuatan
pengaruh (induced force): menggambarkan keinginan dari orang lain
(misalnya orang tua atau teman) yang masuk menjadi region lingkungan
psikologis.
5. Kekuatan
non manusia (impersonal force): bukan keinginan pribadi tetap¬juga bu
kan keinginan orang lain. Ini adalah kekuatan atau tuntutan da¬fakta
atau objek.
Konflik tipe 1:
Konflik
yang sederhana terjadi kalau hanya ada dua kekuatan berlawana¬yang
mengenai individu. Konflik semacam ini disebut konflik tipe 1
(Gambar-15a). Ada tiga macam konflik tipe 1:
a. Konflik
mendekat-mendekat, dua kekuatan mendorong ke arah yang berlawanan,
misalnya orang dihadapkan pada dua pilihan yang sama¬sama disenanginya.
b. Konflik
menjauh-menjauh, dua kekuatan menghambat ke arah yang yang berlawanan,
misalnya orang dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama tidak
disenanginya.
c. Konflik
mendekat-menjauh, dua kekuatan mendorong dan menghambat muncul dari
satu tujuan, misalnya orang dihadapkan pada pilihan sekaligus mengandung
unsur yang disenangi dan tidak disenanginya.
Konflik tipe 2:
Konflik
yang kompleks bisa melibatkan lebih dari dua kekuatan. Konflik yang
sangat kompleks dapat membuat orang menjadi diam, terpaku atau
terperangkap oleh berbagai kekuatan dan kepentingan sehingga dia tidak
dapat menentukan pilihan, adalah konflik tipe 2.
Konflik tipe 3
Orang
berusaha mengatasi kekuatan-kekuatan penghambat, sehingga konflik
menjadi terbuka,ditandai sikap kemarahan,agresi,pemberontakan atau
sebaliknya penyerahan diri yang neorotik. Pertentangan antar kebutuhan
pribadi-dalam, konflik antar pengaruh,dan pertentangan antar kebutuhan
dengan pengaruh,menimbulkan pelampiasan usaha untuk mengalahkan kekuatan
penghambat.
Tingkat Realita
Konsep
realita menurut Lewin adalah realita berisi lokomosi aktual,dan tak-tak
realita berisi lokomosi imajinasi. Realita dan tak realita adalah suatu
kontinum dari ekstrim realita sampai ekstrim tak realita. Lokomosi
mempunyai tingkat realita dan tak realita berbeda-beda.
Menstuktur Lingkungan
Lingkungan psikologi adalah konsep yang sangat mudah berubah. Dinamika dari lingkungan dapat berubah dengan 3 cara yakni:
a. Perubahan
valensi : Region bisa berubah secara kuantitatif-valensinya semakin
positif atau semakin negatif,atau berubah secara kualitatif dari positif
menjadi negatif atau sebaliknya region baru bisa muncul dan region lama
bisa hilang.
b. Perubahan vektor : Vektor mungkin dapat berubah dalam kekuatan dan arahnya.
c. Perubahan
Bondaris : Bondaris mungkin menjadi semakin permeabel atau semakin
tidak permeabel,mungkin muncul sebagai bondaris atau tidak muncul
sebagai bondaris.
Mempertahankan Keseimbangan
Dalam
sistem reduksi tegangan,tujuan dari proses psikologis adalah
mempertahankan pribadi dalam keadaan seimbang. Yang paling umum dan
paling efektif untuk mengembalikan keseimbangan adalah melalui lokomosi
dalam lingkungan psikologis,memindah pribadi ke region tempat objek yang
bervalensi positif(yang memberi kepuasan). Tapi kalau region yang
diinginkan mempunyai bondaris yang tak permeabel tegangan terkadang
dapat dikurangi(dan keseimbangan dapat diperoleh)dengan melakukan
lokomosi pengganti,pindah ke region yang dapat memberi kepuasan
lain(yang bondarisnya permeabel) ternyata dapat menghilangkan tegangan
dari system kebutuhan semula.
Kecenderungan
mencapai keseimbangan itu tidak berarti membuat diri seimbang
sempurna,tetapi menyeimbangkan semua tegangan dalam daerah
pribadi-dalam. Lewin menjelaskan bahwa dalam sistem yang kompleks
menjadi seimbang bukan berarti hilangnya tegangan,tetapi mempeoleh
keseimbangan dari tegangan internal. Tujuan utama dari perkembangan
psikologis adalah menciptakan semacam struktur internal yang menjamin
keseimbangan psikologis bukan membuat bebas tegangan.
0 komentar:
Posting Komentar